https://ijolt.unram.ac.id/index.php/ijolt/issue/feedTHE INDONESIAN JOURNAL OF LANGUAGE AND LANGUAGE TEACHING (IJOLT)2017-08-23T02:22:09+08:00Kamaludin Yusra[email protected]Open Journal Systems<p>Alamat Redaksi :</p> <p>Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mataram</p> <p>Jln. Majapahit 62 Mataram Nusa Tenggara Barat 83125</p> <p>Tlp. (0370) 634007 Fax. 646919</p> <p>Website: <a href="http://www.mpbing.unram.ac.id">www.mpbing.unram.ac.id</a> | E-Journal: jurnal.unram.ac.id/index.php/ijolt</p> <p>Email: [email protected]</p>https://ijolt.unram.ac.id/index.php/ijolt/article/view/20THE IMPACT OF NATIONAL EXAMINATION ON STUDENTS’ MOTIVATION AND TEACHERS’ PROFESSIONALISM AT ENGLISH CLASS IN MATARM MUNICIPALITY YEAR 20162017-07-21T02:51:39+08:00Mustajib Mustajib[email protected]<p>Penelitian ini bertujuan untuk memastikan apakah kebijakan ujian nasional terbaru (KUNT/NNEP) Tahun 2015 yang “tidak menentukan kelulusan” secara empiris berdampak terhadap motivasi siswa dan profesionalisme guru di Kota Mataram Tahun 2016. Dalam penelitian kuantitatif ini data diperoleh melalui kuesioner siswa dan kuesioner guru. Kuesioner siswa yang berisi 36 butir pernyataan disebar kepada 60 orang siswa dari 10 SMP (Sekolah Menengah Pertama) untuk menilai motivasi mereka. Sementara kuesioner guru yang memuat 67 butir pernyataan disebar kepada 20 orang guru bahasa Inggris dari 10 sekolah yang terpilih untuk menilai profesionalisme mereka. Data yang diperoleh selanjutnya ditabulasikan dan disajikan dalam Format Rerata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum baik motivasi siswa maupun profesionalisme “sedikit terpengaruh” oleh pemberlakuan KUNT. Berdasarkan temuan ini, disarankan siswa dan guru tidak terpengaruh. Motivasi dan profesionalisme hendaknya tetap terjaga karena belajar bukan semata-mata untuk menepuh ujian nasional.</p> <p><strong><em>Kata Kunci : </em></strong><em>dampak, ujian nasional, motivasi, profesionalisme</em></p>2017-07-21T01:50:00+08:00##submission.copyrightStatement##https://ijolt.unram.ac.id/index.php/ijolt/article/view/21A COMPARATIVE STUDY OF SPACED AND MASSED TIME ALLOTMENT IN IMPROVING ENGLISH VOCABULARY OF THE STUDENTS OF MADRASAH ALIYAH DAKWAH ISLAMIYAH PUTRA NURUL HAKIM KEDIRI2017-07-21T02:50:15+08:00Musaddad Musaddad[email protected]<p>Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh durasi pembelajaran bersambung (spaced time allotment) dan durasi pembelajaran langsung (massed time allotment) terhadap peningkatan kemampuan kosakata bahasa Inggris siswa kelas 11 IPA 1 dan kelas 11 IPA 2 Madrasah Aliyah atau setingkat kelas 2 SMA program IPA 1 dan IPA 2. Pembelajaran kosakata bahasa Inggris yang menggunakan Spaced time allotment berlangsung 45 menit kemudian istirahat atau jeda selama 8 jam setelah itu siswa mendapatkan pembelajaran Kosakata bahasa Inggris kembali selama 45 menit. Pembelajaran ini berlangsung 10 kali pertemuan dengan total durasi 450 menit dengan 100 kosakata. Adapun pembelajaran dengan menggunakan pembelajaran massed time allotment berlangsung selama 90 menit langsung tanpa ada jeda pada waktu tersebut selama 5 kali pertemuan. Persamaan kedua pembelajaran ini (spaced dan massed time allotment) adalah kedua-duanya sama-sama memiliki total durasi yang sama yaitu 450 menit dan sama sama memiliki total kosakata bahasa inggris yaitu 100 kosakata. Total sampel kedua kelompok ini adalah 49 orang siswa dengan perincian 26 siswa kelompok IPA 1 dan 23 siswa kelompok IPA 2. Data diperoleh dengan menggunakan pre-test-dan pos-test dari kedua kelompok perlakuan. Telah didapatkan bahwa perlakuan pembelajaran dengan menggunakan spaced time allotment adalah lebih baik daripada pembelajaran massed time allotment. Nilai rata rata pada kelompok IPA 1 adalah 78.03 sementara nilai rata-rata IPA 2 adalah 66.37. terdapat hasil yang berbeda nyata pada peningkatan kosakata bahasa inggris siswa. Berdasarkan hasil penghitungan t-test kedua kelompok didapatkan bahwa nilai t-hitungnya lebih besar (6.755) daripada t-table (2.704) pada siginifikansi 0.05 dengan derajat kebebasan 22. Penelitian ini menerima hypothesis alternative yang menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara spaced time dengan massed time allotment dalam meningkatkan kemampuan siswa pada penguasaan kosakata bahasa Inggris.</p> <p>Kata Kunci: Perbandingan, waktu jeda, tanpa waktu jeda, peningkatan, kosakata bahasa Inggris.</p>2017-05-15T00:00:00+08:00##submission.copyrightStatement##https://ijolt.unram.ac.id/index.php/ijolt/article/view/22A DESCRIPTIVE STUDY ON CLASSROOM LANGUAGE USE: A STUDY AT SMA NEGERI 2 MATARAM2017-07-21T02:51:56+08:00Mukti Mukti[email protected]<p>Ujaran guru sangat penting, tidak hanya untuk pengelolaan kelas namun juga untuk proses pemerolehan bahasa. Karena itu, ujaran guru penting bagi pengaturan dan pengelolaan kelas karena melalui bahasalah guru berhasil atau gagal dalam menerapkan rencana pembelajaran (RPP) mereka. Dalam hal pemerolehan bahasa, ujaran guru penting karena merupakan sumber utama input bahasa target yang diterima peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui frekuensi penggunaan Bahasa Inggris yang digunakan di dalam kelas pelajaran Bahasa Inggris serta pengaruh waktu ujaran guru terhadap partisipasi siswa di kelas. Data untuk penelitian ini dikumpulkan melalaui observasi dan merekam proses belajar mengajar di kelas bahasa Inggris. Kemudian, data ditranskripsikan dengan mengadopsi sistem transkripsi Van Lier. Selain rekaman di kelas, data juga dikumpulkan melalui wawancara guru dan pembagian kuesioner untuk siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru yang terlibat dalam penelitian ini belum menggunakan bahasa Inggris secara optimal dalam pembelajaran di kelas. Selain itu, mereka menggunakan waktu ujaran secara berlebihan sehingga siswa memiliki waktu yang sangat terbatas untuk berlatih menggunakan bahasa target. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan agar guru memperhatikan waktu uajaran mereka agar bisa meningkatkan partisipasi aktif siswa di kelas.</p> <p><strong>Kata kunci</strong><em>: ujaran guru, ujaran siswa, waktu ujaran guru, waktu ujaran siswa, pemerolehan bahasa, bahasa kedua (L2)</em></p>2017-05-15T00:00:00+08:00##submission.copyrightStatement##https://ijolt.unram.ac.id/index.php/ijolt/article/view/23THE CORRELATION BETWEEN MOTIVATION AND VOCABULARY MASTERY TO OMBAK SUNSET HOTEL EMPLOYEES’ SPEAKING SKILL IN GILI TRAWANGAN2017-07-21T02:51:59+08:00Nurlaily Nurlaily[email protected]<p>Karena pembelajar dewasa yang bekerja di sektor tertentu memiliki motivasi, kebutuhan kosa kata dan kemampuan berbicara yang berbeda, sehingga sangat penting untuk mengetahui hubungan antara aspek tertentu dalam pembelajaran bahasa Inggris. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi dan penguasaan kosakata terhadap kemampuan berbicara karyawan hotel. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan tiga puluh karyawan di Hotel Ombak Sunset yang dipilih dengan menggunakan purposive sampling menjadi sampel penelitian ini. Empat instrumen digunakan untuk mengumpulkan data dari para koresponden, yaitu kuesioner, tes kosakata dan tes berbicara (speaking). Data yang diperoleh dianalisa secara kuantitatif menggunakan regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguasaan motivasi dan kosakata memiliki hubungan yang signifikan dengan kemampuan berbicara. Oleh karena itu, hipotesis nol ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada faktor lain yang dapat berkontribusi terhadap keterampilan berbicara staf hotel.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> <em>Motivasi,Pemahaman Kosakata, Kemampuan Berbicara</em></p>2017-05-15T00:00:00+08:00##submission.copyrightStatement##https://ijolt.unram.ac.id/index.php/ijolt/article/view/26STUDENTS’ ATTITUDES AND THEIR ABILITIES IN ENGLISH READING TEXTS AT SMPN 1 PRINGGARATA2017-07-22T04:43:54+08:00Istianah Istianah[email protected]<p>Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan anatara sikap dan kemampuan sisiwa dalam teks berbahasa Inggris, untuk mengetahui bagaimana sikap sisiwa terhadap teks bacaan berbahasa Inggris, untuk mengetahui di teks yang mana mereka mempunyai sikap paling positif, dan untuk mengetahui alasan mereka bersikap positif an negatif. penelitian ini menggunakan metode campuran. Populasinya berjumlah 210 siswa kelas 8 SMPN 1 Pringgarata. Sampelnya berjumlah 118 siswa yang ditentukan menggunakan tehnik <em>simple random sampling</em>. Instrument yang digunakan adalah angket, test, dan wawancara. Analisis data menggunakan persentase dan analisis statistik yang disebut <em>spearman correlation</em> pada program SPSS. Hasilnya adalah 0.048<0.05. Ini berarti bahwa sikap siswa berhubungan dengan kemampuan mereka dalam teks bacaan bahasa Inggris. Oleh karena itu <em>alternative hypothesis </em>(Ha) diterima walaupun hubungannya sangat lemah (0.182). Dari penelitian ini diketahui juga bahwa kebanyakan siswa mempunyai sikap yang bagus terhadap teks bacaan dalam bahasa Inggris dan mereka mempunyai sikap yang sangat positive terhadap <em>narrative</em> teks. Alasan mereka mempunya sikap positif terhadap <em>descriptive, recount, </em>dan<em> narraive</em> teks adalah ketiga teks tersebut mudah dipahami, dan mereka juga senang membaca <em>recount </em>teks karena mereka suka menulis pengalaman sendiri dan senang membaca tulisan tentang pengalaman orang lain. Sedangkan alasan mereka mempunyai sikap negatif terhadap ke3 teks tersebut adalah karena teks- teks itu terlalu panjang dan sulit dipahami.</p> <p><strong><em>Key Words</em></strong><em>: </em>Sikap, kemampuan, dan teks berbahasa Inggris.</p>2017-05-15T00:00:00+08:00##submission.copyrightStatement##https://ijolt.unram.ac.id/index.php/ijolt/article/view/28AN ANALYSIS OF SASAK SYNTACTIC STRUCTURE ON THE FORMS OF PASSIVIZATION AS USED IN NGENO-NGENE DIALECT AT RARANG VILLAGE OF EAST LOMBOK2017-07-22T04:35:30+08:00Lalu Mohamad Johandi[email protected]<p>Penelitian ini membahas struktur sintaksis dengan bentuk passivization pada dialek Sasak <em>Ngeno-Ngene</em> di Desa Rarang, Lombok Timur. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Cara mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah dengan cara observasi, wawancara, dan pencatatan. Investigasi difokuskan pada tipe-tipe pasif dari bentuk pasif pada dialek <em>Ngeno-Ngene</em> di desa Rarang, Lombok Timur, bagaimana aturan passivisasi dalam dialek Sasak <em>Ngeno-Ngene</em> di desa Rarang, Lombok Timur, dan bagaimana keadaannya? Struktur relasional pasif dalam dialek Sasak <em>Ngeno-Ngene</em> di desa Rarang, Lombok Timur. Dalam dialek Sasak <em>Ngeno-Ngene</em> seperti yang digunakan di desa Rarang, Lombok Timur, ada dua jenis konstruksi pasif yang dapat ditemukan, yaitu konstruksi kanonik dan adversatif. Pasif pasifis dalam dialek Sasak <em>Ngeno-Ngene</em> yang digunakan di desa Rarang, Lombok Timur, ditandai dengan awalan dan diikuti oleh basis kata kerja. Pasif yang obyektif dalam dialek Sasak <em>Ngeno-Ngene</em> seperti yang digunakan di desa Rarang, Lombok Timur, ditandai dengan confix ke- -an pada basis kata kerja. Selanjutnya, dalam dialek Sasak <em>Ngeno-Ngene</em> seperti yang digunakan di desa Rarang, Lombok Timur, ekspresi pasif dapat muncul dalam konstruksi pasif-sentimen yang berasal dari bentuk transitif kausatif. Konstruksi penyebab pasif ditandai oleh <em>te-</em> dan akhiran <em>-ang</em> sebagai penanda kaustik transitif yang diturunkan. Dalam penelitian ini, saya melaporkan bahwa dalam dialek Sasak <em>Ngeno-Ngene</em> dan bahasa Indonesia, ada beberapa ungkapan yang dianggap pasif oleh ahli bahasa. Namun, ekspresi tersebut tampak jelas tidak dalam bentuk pasif. Mereka sebenarnya tampil dalam bentuk ergatif.</p> <p><strong><em>Kata kunci: </em></strong><em>Pemasifan, Struktur Sintaksis, Sasak Ngeno-Ngene Dialek,</em><em> Properti Pasif.</em></p>2017-05-15T00:00:00+08:00##submission.copyrightStatement##https://ijolt.unram.ac.id/index.php/ijolt/article/view/40STUDENTS’ DIFFICULTIES AND THEIR PERCEPTIONS IN WRITING RECOUNT TEXT2017-08-07T01:02:24+08:00Musabbihin Musabbihin[email protected]<p>Penelitian ini bertujuan untuk menemukan kesulitan dan persepsi siswa dalam menulis teks rekoun : Penelitian dilaksanakan pada kelas 2 siswa MA Muallimin NW Anjani tahun pembelajaran 20176/2017. Hal yang paling sulit bagi siswa dalam menulis teks rekoun seperti pemilihan kata, struktur kalimat, isi, dan sistematika. Sementara persepsi siswa dalam menulis teks rekoun adalah sulit di mengerti, membosankan, tidak mudah menulisnya. Metode yang digunakan dalam mengalisis data adalah kualitatif. Populasi penelitian ini adalah kelas 2 MA Muallimin NW Anjani berjumlah 158 siswa. Sampel terdiri dari 39 siswa yang diambil dari Jurusan Agama I.Semuanya berjenis kelamin laki-laki. Data dikumpulkan dengan menggunakan tes dan questioner. Pada penelitian ini penulis menemukan hasil analisis data yang dapat diklasifikasikan sebagai cukup 1 siswa (2.5%) %), sebagai buruk 1 siswa (2.5 %), and sebagai sangat buruk 37 siswa (95 %).</p> <p><strong><em>Kata kunci</em></strong> : <em>Kesulitan, Persepsi, Menulis, Teks Rekoun</em></p>2017-05-08T00:00:00+08:00##submission.copyrightStatement##https://ijolt.unram.ac.id/index.php/ijolt/article/view/42METAPHORIC EXPRESSIONS IN BETANDAK: A PRAGMATIC PERSPECTIVE2017-08-15T01:55:50+08:00Miftahudin Miftahudin[email protected]<p>Setiap kelompok masyarakat memiliki tradisi unik yang berbeda dari tradisi yang ada dalam kelompok masyarakat yang lain. Tradisi tersebut bisa berbentuk lisan, aksi, atau artefak.hal itu tegantung pada tipologi masyarakat; sikap hidup, kepercayaan, reaksi terhadap lingkungan dan warisan leluhur. Masyarakat <em>Pujut</em> memiliki tradisi lisan <em>betandak</em> yang unik karena hanya ada di <em>Pujut</em> dan tidak ditemukan di daerah lain. Dalam beberapa bagian dari liriknya, <em>tandak</em> diungkapkan secara metaforik. Kata yang digunakan berbentuk sindiran sehingga terkadang sulit dimengerti. Untuk menangkap pesannya, sangat diperlukan adanya penelitian untuk mencari jawaban tentang bentuk, makna dan signifikansinya bagi masyarakat. Dalam kaitannya dengan fenomena sosial dari <em>betandak</em>, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang melibatkan praktik interpretatif untuk membuat fenomena itu mudah dimengerti. Praktik tersebut mengubah fenomena di dalamnya menjadi representatif yang mencakup catatan lapangan, wawancara, diskusi, gambar, rekaman dan memo. Nomenklatur <em>tandak</em> tidak pernah menjadi perhatian masyarakat <em>Pujut</em>. Ketiadaan konsep nomenklatur menyediakan jalan bagi bagi masyarakat untuk memciptakan nama yang sejauh ini dikelompokkan menjadi tiga kategori; Musiman, Ruang, dan peristiwa.</p> <p>Kata Kunci: <em>Betandak</em>, Metafora, Bentuk, Makna, Signifikansi</p>2017-05-14T00:00:00+08:00##submission.copyrightStatement##https://ijolt.unram.ac.id/index.php/ijolt/article/view/43RHETORIC AND THE CASE OF LINEARISATION IN POST GRADUATE STUDENTS’ ESSAYS2017-08-23T02:22:09+08:00Herwanul Mukhlis[email protected]<p>Penelitian ini berkaitan dengan analisa retorik, linierisasi, tatabahasa di dalam esai. Data dikumpulkan dari 24 esai yang ditulis oleh mahasiswa Bahasa Inggris program pascasarjana Universitas Mataram tahun ajaran 2015. Semua esai diambil dari mata kuliah <em>ELT Curriculum and Materials Development</em> dan <em>Teaching English for Young Learners (TEYL)</em> sebagai tugas akhir. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif dimana semua temuan dijabarkan dengan menggunakan kata-kata. Tujuan penelitian ini untuk menemukan masalah retorik, masalah linearisasi, dan kesalahan tatabahasa yang muncul di dalam esai mahasiswa Bahasa Inggris pascasarjana. Ada 10 permasalahan retorik, 12 permasalahan linierisasi, dan 158 permasalahan tatabahasa yang ditemukan di dalam semua esai berdasarkan data analisa sebagai hasil penelitian. Kemampuan retorik, susunan ide yang linier, dan kemampuan tatabahasa yang dibutuhkan oleh mahasiswa Bahasa Inggris supaya menjadi pembelajar Bahasa Inggris yang mampu membaca dan menulis dengan baik dan benar, sehingga mereka bisa menghasilkan esai yang bagus khususnya di dalam Bahasa Inggris.</p> <p><strong>Kata Kunci</strong>: <em>Retorik, Kemampuan Tatabahasa, Permasalahan Linierisasi, Esai. </em></p>2017-05-15T00:00:00+08:00##submission.copyrightStatement##